Di suatu sekolah ada 2 orang sahabat yang bernama Nadhifatul mubarokhah
dengan Menik asia wati.Mereka bersahabat sejak kelas 7 smp dan sekarang mereka
duduk di kelas 9. Suatu ketika ada anak baru yang berada di kelas mereka dia
bernama Dewi ayu ambarwati. Dia dekat sekali dengan nadhifa sehingga
menimbulkan konflik antara PERSAHABATAN nadhifa dengan menik. Menik merasa
telah terabaikan oleh nadhifa, mereka sudah jarang mengobrol dan bercanda
bersama.Ketika menik mengajak nadhifa berbicara, betapa kagetnya menik melihat
sahabatnya itu tak menghiraukan omongannya. Sudah 2 hari menik mencoba mengajak
bicara nadhifa tetapi tetap saja tak ada perubahan, dia tetap seperti itu !
Menik berfikir kalau ini semua ada hubungannya dengan Ambar. Lalu menik pun
mencari tau dan bertanya kepada ambar saat dia sedang di toilet :
“heii
ambar, gue mau tanya sama loe ? apa loe dalang dari sifat nadhifa yang begitu
dingin sama gue ?”
“heii
! kok loe nuduh gue seperti itu sih ?”
“iya
karena sejak kehadiran loe di sekolah ini dan loe akrab sama dhifa ! dia jadi
menghindar dari gue !”
“hahahahaha sukurin !” katanya
“hehh
kurang ajar banget loe !! ngomong apaan loe ke dia sampai-sampai dia ngejauh
dari gue ?”
“hmmm
gimana ya gue ngomong ….”
“ngomong apaan loe hahhh !! loe itu anak baru disini jangan bikin masalah dehh
pake ngehancurin persahabatan gue lagi !” kataku sambil nunjuk-nunjuk muka
Ambar.
“kamu
kenapa sih nik kok kamu nuduh-nuduh aku sebagai penghancur persahabatan kamu
sama dhifa ?” kata ambar
“kesambet setan apaan loe kok omongan loe jadi lembut gini pdahal tadi
loe pake panggilan ‘gue, elo’ knapa sekarang jadi ‘aku, kamu” kataku sambil
mendorongnya pelan
Aku
tak tau ternyata ketika aku mendorong Ambar ada Dhifa dibelakangku !!
“heii
apa-apaan sih loe nik, ambar gak salah apa-apa justru loe yang salah ngerti !!”
kata dhifa sambil membentakku
“loe
kenapa sih dif, kok sikap loe berubah gini ke gue ? gue salah apa dif sama loe
sampai-sampai loe tega giniin gue ?” kataku dan seketika itu butir-butir air
mataku pun menetes
“loe
mau tau apa salah loe hahh ? loe itu munafik !! di belakang gue loe
jelek-jelekin gue , bilang kalo gue suka pinjam duit loe lah yang inilah itulah
! gue malu tau nik ! gue pernah kan nolak pinjaman uang dari loe tapi apa loe
tetap maksa ! setelah gue pinjam uang itu, gue juga udah balikin kan !! tapi
kenapa loe bilang ke anak-anak kalo gue selalu pinjam duit loe dan nggak pernah
gue balikin !! loe bener-bener orang paling jahat yang pernah gue kenal ! gue
nyesel sahabatan sama loe ! ngerti !! kata dhifa sambil nangis ,.
“apaan sih maksud loe dif ! gue gak pernah bilangseperti itu ke anak-anak! gue
ini sahabat loe dif loe harus tau itu yang namanya sahabat pasti gak akan
bilang seperti itu ! apalagi ngejelek-jelekin loe ! loe percaya kan sama gue”
kataku dan air mataku pun menetes deras
Ambar
hanya diam melihatku dan dhifa bertengkar.
“GAK
gue gak percaya sama loe !! gue punya saksi kalo loe bilang gitu ke anak-anak
sewaktu di kantin !!”
“siapa
dif, siapa anak itu ?”
“DIA
!” kata dhifa sambil menunjuk ke Ambar.
Plakkkkkkk !!!
Tamparanku tepat mendarat di pipi ambar !!
“hehhh apa-apaan sih loe !! semakin percaya gue kalo loe benar-benar jahatt !”
kata dhifa sambil mengusap tangisannya.
“maaf
dif, maafin gue” kataku menangis deras.
“udahlah gak usah seperti itu! ayo mbar kita ke kelas !!” kata dhifa dan
berlalu meninggalkanku sendiri !!
‘ya Allah dhifa kenapa kamu nggak percaya sihh sama aku ? aku ini sahabat kamu
dif ! kenapa kamu lebih percaya sama orang yang baru kamu kenal’ gumamku dan
air mataku pun masih terus menetes’.
Tak terasa ternyata sudah bel pulang dan aku pun bergegas menuju ke kelas dan
pulang. Di rumah aku terus berusaha meminta penjelasan dari Dhifa dengan cara
sms dan telfon ke dhifa tapi tetap saja tidak dihiraukannya. Sudah 3 hari aku
nggak sapaan sama dhifa, malam harinya, ada nomor yang tidak aku kenal sms aku
*nik, cepat ke taman dekat rumahmu sekarang !!*
Aku bingung kenapa orang itu menyuruhku ke taman dekat rumahku dan aku pun juga
tak tau siapa pemilik nomor hp itu. Aku mondar-mandir memikirkan untuk datang
atau tidak ke taman. Lalu setelah beberapa menit aku pun memutuskan untuk
datang ke taman tersebut. Setelah sampai di taman aku melihat seorang cewek
yang aku kenal dan sudah tidak asing lagi bagiku.
“dhifa” kataku (ragu)
Lalu ia berbalik ke arahku dan langsung memelukku,
“menik maafin aku nik, aku benar-benar salah ! aku udah nggak percaya sama kamu
melainkan lebih percaya sama orang yang baru aku kenal dan terhasut oleh
omongannya. Aku benar-benar minta maaf nik, maafin kata-kata kasarku yang
pernah aku ucapkan ke kamu, aku benar-benar menyesal nik. Ambar udah jelasin
semuanya ke aku kalau omongannya semua itu bohong” kata dhifa sambil menagis.
“udah dif, aku udah maafin kamu kok” kataku sambil tersenyum.
“beneran udah maafin aku ?” kata dhifa sambil melepaskan pelukannya.
“iya nadhifa aku udah maafin kok, udah jangan nagis lagi dong” kataku sambil
mengusap air matanya yang membasahi pipinya.
“kamu memang sahabat terbaik yang pernah aku punya nik dan kamu adalah sahabat
sejatiku”
“aku senang kamu ngomong kayak gitu, kamu juga sahabat sejati aku dif”
Lalu dhifa pun tersenyum dan aku membalasnya…
“aku bisa menyimpulkan dari permasalahan kita nik, kalau kita nggak boleh
gampang percaya sama orang yang baru kita kenal” kata dhifa sambil tersenyum.
“setujuu” kataku dan kami berdua pun tertawa ….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar